Cerbung Bagian ke-62

Nikah Siri: Bahhh.. Anak Kau Ini, Cantik Betullah Siti

Nikah Siri: Bahhh.. Anak Kau Ini, Cantik Betullah Siti
Rabu, 18 Januari 2017 20:56 WIB
Penulis: Indra Wedhasmara
RUSMAN JADI TERKESIMA - dengan ucapan Bik Ijah yang bertegas-tegas menolak untuk Rusman bisa menjenguk anaknya.

''Jadi tidak ada lagi peluang bagi saya untuk melihat anak itu'' kata Rusman yang kembali melorot emosi jiwanya. Wajah nya begitu kuyu dan lesu sekali.

''Bukan tidak ada peluang. Tapi untuk malam ini memang peluangnya tak ada… Bisa saja berpeluang besok…lusa.. atau kapan saja disaat Siti mau menerima jika anaknya di lihat,'' kata Bik Ijah

''Baik lah kalau begitu. Mungkin besok saya akan kemari lagi. Dan akan terus datang sampai saya diizinkan melihat anak itu'' kata Rusman. Dia lalu balik kanan meninggalkan Bik Iyem yang segera menutup pintu.

***

PAGI ITU… dikediaman Siti tampak ramai. Ada Emak dan Ayah di situ. Dan beberapa keluarga jauh pun datang dan ngumpul di situ. Dan ada juga teman-teman sesama guru termasuk Butet dan Faridah teman akrab Siti yang dalam sejarah perjalanan hidup Siti banyak berperan.

Ada apa gerangan…?. Ternyata hari itu Siti meng-Aqiqah puterinya. Suasana nampak meriah. Apalagi tetangga juga banyak yang diundang.

Bahkan Rizal, mantan pacar Siti yang juga banyak memberikan andil dalam perjalanan hidup dan kehidupan Siti pun nampak hadir.

Grup Qasidah di lingkungan RT di situ pun sudah melantunkan lagu-lagu bernuansa islami. Siti Nampak begitu ceria. Seolah kisah pahit masa lalu itu telah sirna. Dia sepertinya telah mampu untuk menghapus jejak-jejak kelamnya yang sempat membuat dia tak berdaya.

''Bahhh... anak kau ini. Cantik betullah Siti'' kata Butet dengan medok bataknya. Ketika iu Butet dan Farida sedang berada di kamar Siti. Tampak Butet menggendong si kecil.

''Siapa dulu Mama nya'' timpal Farida yang duduk disebelah Butet di tepi ranjang.

''Kalau aku perhatikan betul-betul. Anak kau ini ada juga mirip dengan si Rusman itu Ti'' kata Faridah.

''Ialah…. Kan anak dia. Tapi dia menampik semua itu. Sekarang baru dia rasa...'' kata Siti yang sedang duduk berdandan di depan kaca hias.

''Tetapi aku sangat berterimakasih lah sama kalian yang telah membantu ku dalam kesulitan masa lalu itu. Kalau tidak ada kalian.Ngak tau lah... bagaimana jadinya'' kata Siti sambil berbalikke arah Butet dan Farida.

''Ahhh... tak usah lagi itu di persoalkan. Yang penting kau sudah mampu dan bisa menapak ulang lagi hidup dan kehidupan mu'' kata Butet sambil mencium pipi si kecil. (Bersambung)

Cerita Sebelumnya...

Cerita Selanjutnya...

Kategori:Ragam
wwwwww