Cerbung Bagian ke-52

Nikah Siri: Bisa Saja Keperawanan Hilang Akibat Terjatuh

Nikah Siri: Bisa Saja Keperawanan Hilang Akibat Terjatuh
Minggu, 08 Januari 2017 23:51 WIB
Penulis: Indra Wedhasmara
BICARA Siti yang bertegas tegas itu membuat suara Rusman diseberang tertegun-tegun. Siti sendiri sekarang sepertinya berada di atas angin.

''Siti… Abang telah bertanya pada dokter kandungan. Bahwa keperawanan perempuan itu tidak harus hilang karena hubungan . Tetapi bisa akibat olahraga atau terjatuh. Dan abang yakin. Kalau Siti pernah mengalaminya,'' tersengguk-sengguk suara Rusman.

''Ohhhh…. Iya. Kalau tau begitu kenapa tak sejak dulu abang fahami…?''

''Ketika itu abang kan tak pernah bertanya pada dokter….''

''Yahhh….. Siti memang pernah terjatuh.. Tapi Siti sendiri pun tak tau. Apakah akibat itu. Hanya saja Siti merasa tak pernah berbuat sesuatu yang menodai diri Siti sendiri…'' Siti yang baru tau kalau ketiadaan perawan itu bisa terjadi akibat terjatuh atau olahraga. Merasa terkejut juga dengan keterangan Rusman itu.

Dia memang dulunya ketika sedang kuliah duduk di bangku pernah terjatuh dengan kedua kaki terkangkang. Namun dia waktu itu tak merasa bisa berakibatkan dia hilang keperawanannya.

''Jadi gimana Siti….'' terdengar suara Rusman menghiba-hiba dengan nada serak.

''Untuk sekarang tak usah dulu lah Bang….''

''Kenapa….?''

''Ngak apa-apa… Waktunya belum tepat''

''Siti…abang mohon sekali lagi perkenankan lah abang melihat bayi yang Siti lahirkan…''

''Abang tak dengar kah…?''

''Duhhh…… tolong lah Siti''

''Nanti saja Siti tolong. Sekarang jangan dulu. Siti berunding dulu dengan keluarga'' Siti semakin keras hati. Tak memberikan peluang sedikit pun pada Rusman untuk berpeluang melihat anaknya.

''Jadi kapan bias nya…?''

''Nanti Siti kasih kabar ya…?'' Siti segera menutup pembicaraan.

Sesaat Siti merasakan ada kepuasan bathinnya yang selama ini terkungkung dan tercederai akibat dituduh Rusman jika dia tidak perawan lagi.

Siksaan yang selama ini terbeban dipundaknya jadi begitu ringannya, bagaikan kapas yang terhembus angin terbang entah ke mana sesuka hatinya.

Mendadak masuk Bik Ijah yang mungkin tadi mendengar pembicaraan Siti dan Rusman.

''Gimana Ti.... " tanya Bik Ijah yang segera duduk di bibir ranjang

''Bang Rusman mau melihat anak Siti "

''Jadi...? "

''Tak Siti izinkan dulu "bibir siti sumringah. (Bersambung)

Cerita Sebelumnya...

Cerita Selanjutnya...

Kategori:Ragam
wwwwww