Cerbung Bagian 3

Nikah Siri: Jodoh Ditangan Tuhan, Bukan Ayah

Nikah Siri: Jodoh Ditangan Tuhan, Bukan Ayah
Minggu, 20 November 2016 07:00 WIB
Penulis: Indra Wedhasmara

BETUL kata Emak, sampai kapan dia akan menungguRizal menyelesaikan kuliahnya,sementara usianya kian beranjaksenja. Itupun, jika Rizal lelaki setia. Kalau tidak, bagaimana nanti jika pujaan hatinya itu beralih ke lain perempuan. Duhhhhh….. betapa sakitnya lagi.

Ahhhhhh, itu kan hanya praduganya saja, Rizal baginya adalah pria sejati. Tidak akan mungkin lelaki yang selama ini mengasihi dan menyayanginya akan bertindak curang setelah kelak berhasil menyelsaikan studynya. Dia yang tau tentang kekasIhnya. Orang lain tak perlu mendikte dan mengujinya, termasuk Emak maupun Ayah.

Suara gesekan sandal jepit terdengar sayup-sayup memulas ketelinganya dan berhenti di depan pintu kamarnya.Dia tau kalau itu emak, suara pintu berderit terbuka.

Siti segera beringsut duduk di bibir ranjang. Seperti tadi dengan menjuntai-juntai kan kedua kakinya kelantai.

“Ada apa Mak“ tanya Siti ke arah emak yang segera menarikkan kursi rotan dari pojok ruangan.Dia duduk di situ.

“Siti, bagaimana…..? , kau harus beri jawaban hari ini pada Ayah kau tu.. Dia tak memaksa, tetapi harus ada keputusan,’’ ujar emak yang perawakannya agak gemuk.

‘’Tetapi Mak, Siti belum berkehendak untuk menikah,’’ Siti menjawab singkat tak melihat ke arah Emak, wajahnya menekuri lantai.

“Kau masih berat ke si Rizal itu….?“ sergah emak

“Terserah Emak lah ,jika itu pendapat Emak. Tetapi untuk detik ini Siti memang belum berpikiran untuk menikah. “ Siti terlihat acuh saja bahkan menjawab dengan enteng,tanpa beban secuil pun.

“Kami memang tak memaksa kau harus menerima lamaran itu, tak zamannya lagi main desak dan paksa dalam hal perkawinan, tetapi kami juga berhak menimbang nimbang  buruk baiknya tentang jodoh mu, terutama jaminan masa depan

Apakah ada yang salah dari si Rusman itu, emak rasa posisi nya sama saja dengan Rizal, sama sama baik, namun untuk ke depan menurut emak, Rusman lah yang terbaik.”emak menghela nafas panjang.

“Di sisi lain usia mu pun sudah beranjak sore, taklah mungkin kau harus menunggu si Rizal itu.Jangan kau samakan usia wanita dengan lelaki, sangat jauh berbeda, perawan tua setidak tidaknya agak sulit mencari jodoh dibandingkan jejaka tua yang tetap akan berpeluang besar memperoleh jodoh, apalagi memiliki masa depan lebih baik . “Emak mencoba memberikan pengertian pada Siti, setidak – tidaknya  ingin ada analisa dan pertimbangan tentang ungkapannya.

“Ahhhhh, itukan kata emak “ Siti masih merunduk kan kepala,tanpa ingin bertatapan muka dengan Emak. 

“ Iya, memang kata ku, hal ini aku utarakan karena aku merasa telah melihat dan menyaksikan sendiri betapa sulitnya lagi seorang wanita yang sudah terlewat usia menemukan jodohnya. Keluarga kitakanjuga banyak yang mengalaminya,seharusnya kau bercermin pada mereka.Lihat saja sepupu mu Zuleha , terlalu banyak pilih, ujung ujungnya  tak usah pucuk tebu, tungkulnya pun dia tak dapat. Lihat pula dengan nasib si Salmah tetangga sebelah , terlalu cinta dan berharap pada kekasihnya yang kuliah. Ehhhhh, usai kuliah  dapat sarjana lalu memperoleh pekerjaan , justru kawin dengan wanita lain. Dan Emak tak ingin kau mengalami nasib seperti itu “ suara emak bergetar,mungkin emosi jiwa nya memuncak.

“Jodoh ditangan Tuhan, bukan di tangan ayah dan keluarga si Rusman itu. “ Siti masih belum juga bergeming dengan uraian emak ,malah dia semakin cuek saja.

“Betul. Tetapi soal baik buruk yang mempertimbangkannya tentu kita juga. Mak, Siti sudah mempertimbangkan dan mengkaji baik buruknya,

Pernikahan tanpa cinta tidak kekal, bagaimana bisa seseorang hanya

menguasai sebatas raga  tanpa memiliki jiwa, apakah mungkin “ Siti beranjak turun dari ranjang, sambil berpeluk tangan ke dada, dia  melangkah ke jendela dan membukanya.Suasana cahaya pagi mulai merangkak naik menerabas ke butir butir embun yang bergelantungan di pucuk – pucuk  dedaunan rambutan disebelah rumah. Dia  menopangkan kedua belah tangannya di bingkai jendela itu dan mengarahkan  tatapannya ke deretan pucuk-pucuk bunga angrek kala dekat pagar. Diantara bunga anggrek itu ada kelopaknya yang layu dan gugur. (BERSAMBUNG)

Cerita Sebelumnya...

Cerita Selanjutnya...

Kategori:Ragam
wwwwww