Letkol TNI Gadungan Latih Puluhan Anggota Ormas Beratribut Militer, Digerebek Kodim karena Resahkan Warga

Letkol TNI Gadungan Latih Puluhan Anggota Ormas Beratribut Militer, Digerebek Kodim karena Resahkan Warga
TNI gadungan. (merdeka.com)
Senin, 29 Februari 2016 09:15 WIB
JAKARTA - Anggota Komando Distrik Militer 0607/Sukabumi, Jawa Barat, menggerebek markas organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kampung Ciheulangtonggoh yang dijadikan tempat latihan ala militer.

Penggerebekan yang dipimpin Pasi Intel Kodim 0607/Sukabumi Kapten Gessing pada Minggu, (28/2) berawal dari laporan warga RT02/RW03 Kampung Ciheulangtonggoh, Kecamatan Cibadak yang resah dengan keberadaan ormas tersebut. Mereka dilaporkan warga karena selain melakukan latihan ala militer juga menggunakan atribut militer sebagai seragam almamaternya.

"Puluhan anggota ormas ini kami amankan karena mereka layaknya anggota militer mulai dari atribut yang digunakan hingga ada pelatihan militer, kami amankan mereka karena khawatir seragam ala TNI Angkatan Darat yang digunakan ormas itu disalahgunakan," kata Gessing seperti dikutip dari Antara, Minggu (28/2) kemarin.

Dia menjelaskan sesuai Pasal 59 Ayat 1b Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Penggunaan Atribut militer, warga sipil maupun ormas dilarang menggunakan pakaian atau seragam menyerupai pakaian dinas militer. Maka dari itu, pihaknya langsung melucuti pakaian yang digunakan oleh ormas itu.

Atribut ala militer yang digunakan oleh ormas yang menamakan diri Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) mulai dari pakaian dinas harian (PDH) hingga pakaian dinas lapangan (PDL) 90 persen hampir menyerupai pakaian dinas anggota TNI. Namun demikian, pihaknya juga tidak melarang aktivitas ormas itu asalkan sesuai aturan.

"Untuk sementara kami mendata mereka dahulu dan dibawa ke Koramil Cibadak untuk dilakukan pembinaan dan dimintai keterangan," kata Gessing.

Informasi dari warga, kegiatan ormas tersebut sudah cukup lama dilakukan di lapang voli milik warga, aktivitas keseharian mereka seperti anggota militer yang tengah melakukan latihan, seperti baris berbaris dan seperti latihan perang. Bahkan, gaya anggota ormas itu pun membuat geram masyarakat dan kegiatan mereka juga sering membuat bising lingkungan sekitar.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas juga mengamankan anggota TNI gadungan berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) bernama Abdul Rohim. Abdul Rohim sendiri menjabat sebagai Komandan Batalyon Ormas PKRI yang bermarkas di Kampung Ciheulangtonggoh, Kecamatan Cibadak.

"Kami tangkap oknum warga itu karena menggunakan seragam ala TNI berpangkat letkol, bahkan setelah dimintai keterangan Abdul Rohim mengaku sebagai pensiunan anggota Polisi Militer yang pernah bertugas di Subdenpom Sukabumi," kata Komandan Subdenpom III/II-3 Sukabumi, Letnan Satu CPM Wahyu Firmansyah.

Menurut dia, jika benar seorang pensiunan TNI seharusnya yang bersangkutan hafal nomor registrasi prajurit atau NRP, namun setelah didesak dan diminta berapa NPR, Abdul Rohim tidak bisa menjawab dan mengaku lupa.

Padahal NRP merupakan nomor kebanggaan seorang anggota TNI yang harus diingat hingga menjadi anumerta atau meninggal.

Bahkan, anggota TNI gadungan ini juga nekad mencantumkan pekerjaan di Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai anggota TNI. Karena itu, pihaknya khawatir yang dilakukan oknum ini bisa merugikan orang lain atau menyalahgunakan identitas palsunya itu.

"Kami masih memintai keterangan dari yang bersangkutan," kata Wahyu.

Dari hasil penggerebekan tersebut sebanyak 74 anggota ormas dan TNI gadungan diamankan. Bahkan aktivitas keseharian dari anggota ormas tersebut kerap membuat resah dan mengganggu warga.

Di dalam markas itu ditemukan berbagai atribut dan seragam anggota TNI dari berbagai angkatan, mulai dari Angkatan Darat, Laut hingga Udara. Warga di sekitar lokasi juga takut dengan aktivitas ormas itu karena khawatir markas itu diisi oleh anggota TNI.***

Editor:sanbas
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwww