Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Awalnya Nantang Netizen, Kini Denny Siregar Nuntut Telkomsel gegara Data Pribadinya Tersebar
Politik
18 jam yang lalu
Awalnya Nantang Netizen, Kini Denny Siregar Nuntut Telkomsel gegara Data Pribadinya Tersebar
2
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
GoNews Group
9 jam yang lalu
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
3
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
Pemerintahan
14 jam yang lalu
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
4
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
18 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
5
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
18 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
6
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
GoNews Group
15 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Ternyata Virus Zika Sudah Ditemukan di Indonesia Sejak 1977

Ternyata Virus Zika Sudah Ditemukan di Indonesia Sejak 1977
Peta penyebaran virus zika. (tempo.o)
Rabu, 03 Februari 2016 10:03 WIB
JAKARTA - Lembaga Biologi Molekuler Eijkman ternyata sudah menemukan virus Zika di Indonesia pada 2015. Deputi Direktur Eijkman, Herawati Sudoyo, mengatakan waktu itu Eijkman diminta meneliti sampel darah dari daerah endemi demam berdarah dengue di Jambi. "Kami meneliti 200 sampel yang gejala klinisnya mirip demam berdarah, tapi setelah diuji dengue, hasilnya negatif," kata Hera di kantornya, Selasa, 2 Februari 2016.

Dari 103 sampel yang sudah diperiksa, satu di antaranya positif virus Zika. Menurut Hera, virus ini ditemukan pada sampel darah pasien lelaki berusia 27 tahun yang tak pernah bepergian ke luar negeri. "Jadi sudah ada Zika di Indonesia."

Selain Eijkman, kata Hera, Namru juga pernah menemukan Zika di Indonesia pada 1977-1978. Kala itu, lembaga tersebut tengah meneliti sampel darah pasien dengan gejala klinis seperti demam berdarah dengue yang dirawat di Rumah Sakit Tegalyoso, Klaten, Jawa Tengah. Sampel darah tujuh pasien menunjukkan terinfeksi virus Zika.

Meski telah ada sejak lama, menurut Hera, Zika sebenarnya tidak berbahaya. Pasien yang ditemui darahnya terinfeksi Zika di Jambi, katanya, memang awalnya mengeluhkan demam tinggi, ada ruam merah di tubuh, nyeri sendi, dan lemas. Tapi beberapa hari kemudian dia sembuh.

Zika, kata Hera, sebenarnya tak perlu diobati. Obat hanya diperlukan untuk mengatasi gejala klinis yang disebabkan virus, seperti demam tinggi dengan obat penurun panas, dan nyeri sendi dengan obat nyeri. "Zika-nya sendiri tak membahayakan," ujarnya. Baru di Brasil saja, Zika dihubungkan dengan mengecilnya kepala para bayi yang baru dilahirkan. ***

Editor : sanbas
Sumber : tempo.co
Kategori : Ragam

Loading...
www www