Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Awalnya Nantang Netizen, Kini Denny Siregar Nuntut Telkomsel gegara Data Pribadinya Tersebar
Politik
19 jam yang lalu
Awalnya Nantang Netizen, Kini Denny Siregar Nuntut Telkomsel gegara Data Pribadinya Tersebar
2
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
GoNews Group
10 jam yang lalu
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
3
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
4
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
19 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
5
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
19 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
6
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
GoNews Group
16 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Sering Kesemutan? Waspadalah, Bisa Jadi Gejala Penyakit Berbahaya Ini

Sering Kesemutan? Waspadalah, Bisa Jadi Gejala Penyakit Berbahaya Ini
Ilustrasi. (int)
Selasa, 02 Februari 2016 09:23 WIB
JAKARTA - Sesekali mengalami kesemutan usai duduk bersila atau bersimpuh memang hal yang wajar. Namun, ada beberapa kondisi kesemutan yang patut diwaspadai. Yang seperti apa?

"Berlangsung kronis setiap hari dan sering. Itu harus hati-hati. Lalu, tiba-tiba nggak ada tekanan di bagian tubuh tertentu tapi muncul kesemutan, juga harus waspada," tutur dr Muhammad Rhadian Arief, SpBS atau biasa disapa dr Andra.

Kemudian, patut diwaspadai jika kesemutan bersifat progresif di mana kesemutan makin berat dari hari ke hari. Misalnya saja di awal hanya kesemutan di ujung kaki kemudian selanjutnya menjalar ke bagian punggung atau telapak kaki.

Dalam perbincangan dengan detikHealth, Selasa (2/2/2016), dr Andra mengungkapkan kesemutan yang seperti itu bisa menandakan adanya gangguan. Misalnya pada pasien diabetes, aliran darah akan berjalan lambat sehingga ketika darah tidak sampai ke sel saraf tepi dalam waktu yang seharusnya, timbullah kesemutan.

Kelainan di pembuluh darah yang mengakibatkan aliran darah tidak lancar juga bisa memicu kesemutan. Misalnya pada perokok atau pasien darah tinggi, terdapat plak di pembuluh darah yang membuat sel saraf tepi tidak mendapat asupan karena lambatnya aliran darah.  

"Penyakit jantung juga berhubungan karena jantung ibarat mesin pemompa darah dan ketika ada gangguan di sana, maka aliran darah tidak optimal sehingga suplai energi ke sel saraf tepi tidak mencukupi hingga muncul kesemutan," tutur dokter yang praktik di RS Medistra ini.

Rematik pun bisa saja menimbulkan keluhan berupa kesemutan. Sebab, dikatakan dr Andra rematik merupakan penyakit degeneratif di mana fungsi bagian tubuh termasuk saraf mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Nah, penurunan fungsi saraf salah satunya berdampak pada abnormalnya proses sensorik hingga muncul kesemutan.

Dokter Andra yang juga praktik di RS Pelni Jakarta ini berpesan, kesemutan yang dialami oleh pasien diabetes atau darah tinggi misalnya, sebaiknya segera ditangani. Pastinya, dengan mengelola penyakit yang memicu kesemutan tersebut. Sebab, ketika kesemutan dibiarkan, sel di ujung saraf akan mati sehingga terjadi neuropati. ***

Editor : sanbas
Sumber : detikhealt
Kategori : Ragam

Loading...
www www