Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Awalnya Nantang Netizen, Kini Denny Siregar Nuntut Telkomsel gegara Data Pribadinya Tersebar
Politik
18 jam yang lalu
Awalnya Nantang Netizen, Kini Denny Siregar Nuntut Telkomsel gegara Data Pribadinya Tersebar
2
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
GoNews Group
9 jam yang lalu
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
3
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
Pemerintahan
14 jam yang lalu
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
4
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
18 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
5
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
18 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
6
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
GoNews Group
15 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Jokowi Perintahkan Mendagri Cabut 3.000 Perda

Jokowi Perintahkan Mendagri Cabut 3.000 Perda
Presiden Jokowi
Sabtu, 30 Januari 2016 05:31 WIB
JAKARTA - Hingga saat ini ternyata ada 3.000 Perda yang bermasalah. Presiden Joko Widodo memerintahkan Mendagri Tjahjo Kumolo untuk mencabut perda-perda tersebut.

"Ada 3.000 Perda bermasalah. Cabut saja. Entah masalah tarif, perizinan yang bertolakbelakang dengan UU," kata Jokowi.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam sambutannya di pembukaan Forum Rektor Indonesia 2016 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman, Jumat (29/1/2016).

Jika menyulitkan rakyat, kata Jokowi, sebaiknya perda-perda bermasalah itu segera dicabut. Menurutnya, tak perlu lagi pengkajian yang bertele-tele.

"Mengkaji 15 (Perda) paling banyak dalam setahun. Kalau mengaji itu baik," kata Jokowi yang disambut tawa ratusan Rektor yang hadir di acara itu.

Jokowi menilai, semakin sederhana, peraturan akan semakin baik. Segala sesuatunya bisa dilakukan dengan fleksibel dan lincah. Apalagi di masa penuh persaingan seperti saat ini, diharapkan keputusan bisa diambil dengan cepat.

"3.000 (Perda) akhir tahun bisa Pak? Jangan dikaji lho Pak Menteri. Kalau Pak Tjahjo cepat kok, nggak apa-apa," tutur Jokowi kepada Tjahjo yang hadir juga di acara FRI 2016. ***

Editor : sanbas
Sumber : detik.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www