Loading...
Home >  Artikel >  Opini
Opini

Pilbup Kuansing 2020: Ini 4 Fakta dari Proses Pendaftaran di Partai Politik

Pilbup Kuansing 2020: Ini 4 Fakta dari Proses Pendaftaran di Partai Politik
Werry Ramadhana Putera
Selasa, 07 Januari 2020 12:38 WIB
Penulis: Werry Ramadhana Putera

PEMILIHAN bupati dan wakil bupati Kuantan Singingi tahun 2020 semakin menarik untuk diikuti. Nama-nama calon bupati dan calon wakil bupati yang sudah bermunculan di berbagai media dan menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Nama-nama lama dalam perpolitikan Kuansing masih mendominasi. Walau ada juga nama-nama baru yang muncul dalam persaingan menuju kursi Kuansing 1.

Beberapa bulan yang lalu, beberapa partai politik mulai membuka pendaftaran calon bupati dan calon wakil bupati Kuansing. Diantaranya Partai Nasdem, PKS, PAN, PKB, PDIP, Demokrat dan Gerindra.  Pada momen penjaringan oleh partai politik ini setidaknya terdapat 4 (empat) fakta yang dapat menggambarkan peta persaingan di pilkada Kuansing tahun 2020.

Pertama, 3 (tiga) pasangan cabub dan cawabup siap menantang petahana

Pada momen pendaftaran di beberapa partai politik terdapat 3 (tiga) pasangan yang mendaftar dengan paket lengkap. Pertama, pasangan Halim dan Komperensi. Keduanya memang sejak awal sudah muncul sebagai pasangan. Kedua, Andi Putra yang berpasangan dengan Suhardiman Amby. Sebelumnya Andi Putra sempat mendaftar dengan H Rofingi. Ketiga, muncul pasangan baru yaitu dr Fahdiansyah (Ukup) dan Jon Tikal. Pasangan yang berasal dari kalangan profesional dan politisi.

Jika koalisi partai pemilik kursi di DPRD terbagi merata atau tidak ada koalisi gemuk mendukung salah satu pasangan. Maka ketiga pasangan diatas berpotensi akan menjadi penantang serius bupati petahana Mursini. Halim-Komperensi dengan koalisi PDIP-PAN. Andi Putra-Suhardiman Amby dengan koalisi Golkar-Hanura-PKS. Dan dr.Fahdiansyah-Jon Tika dengan koalisi Gerindra dan Demokrat. Sedangkan koalisi PPP-PKB-Nasdem diasumsikan mendukung Mursini.

Kedua, pasangan Halim-Komperensi diambang mendapat rekomendasi partai

Pasangan Halim dan Komperensi diprediksi akan melenggang mulus dalam proses pencalonan pilkada Kuansing 2020. Keduanya adalah sosok yang penting dan kader terbaik di partai mereka masing-masing. Halim adalah pimpinan partai PDIP Kuansing yang juga sedang menjabat sebagai Wakil Bupati Kuansing. Setali tiga uang, Komperensi merupakan pimpinan partai PAN Kuansing dan saat ini menduduki posisi sebagai anggota DPRD Provinsi Riau.  Meskipun PDIP dan PAN juga membuka pendaftaran secara terbuka, namun sepertinya rekomendasi kedua partai tersebut akan jatuh pada kader-kadernya tersebut.

Salah satu alasan kuat mengapa pasangan ini akan mendapat rekomendasi dari partainya masing-masing adalah proses pengambilan keputusan di tingkat pusat di PDIP dan PAN. Partai PDIP sangat tergantung dengan keputusan dari ketua Umum Megawati. Umumnya putusan dari Megawati adalah putusan akhir yang sulit untuk diganggu gugat. Tentunya Megawati akan mengutamakan kadernya untuk mendapat rekomendasi partai. Demikian juga halnya dengan partai PAN, keputusan ketua umum menjadi keputusan penentu.

Ketiga, pasangan Andi Putra-Rofingi bubar, Andi Putra gandeng Suhardiman Amby

Andi Putra merupakan sosok yang pantas diperhitungkan. Berpengalaman menjadi ketua DPRD Kuansing dan Ketua DPD Golkar Kuansing. Selain itu, statusnya sebagai putra dari mantan bupati Sukarmis juga menjadikannya sebagai sosok yang digadang-gadang memiliki kekuatan politik yang cukup besar. Sebagaimana diketahui, selain Andi Putra, masih ada dua orang putra dari Sukarmis yang berhasil duduk menjadi anggota DPRD Kuansing. Sukarmis sendiri berhasil duduk di kursi DPRD provinsi Riau pada Pileg yang lalu.

Sejak menyatakan diri akan maju sebagai Cabup, Andi Putra sempat berpasangan dengan tokoh NU Kuansing, yakni H. Rofingi. Keduanya sempat mendaftar sebagai pasangan pada salah satu partai. Namun dalam perjalanan H. Rofingi mundur sebagai cawabub Andi Putra. Pasca mundurnya H. Rofingi, Andi Putra kemudian diketahui menggandeng Suhardiman Amby sebagai pasangannya. Suhardiman Amby adalah politisi partai Hanura yang pernah menduduki jabatan sebagai anggota DPRD Provinsi Riau. Pasangan ini terlihat sudah mulai selalu bersama dalam berbagai acara dengan masyarakat.

Keempat, Mursini sebagai bupati petahana belum punya pendamping

Saat ini yang sudah terang benderang adalah siapa penantang Mursini. Justru yang belum jelas adalah siapa pasangan Mursini. Pada berbagai kesempatan pendaftaran partai politik, Mursini hanya mendaftar sendirian tanpa didampingi pasangannya. Sebagai bupati petahana, publik Kuansing menunggu siapa yang akan dipilih oleh Mursini sebagai cawabubnya. Mursini nampaknya sangat hati-hati dalam memilih wakilnya. Tujuannya sangat jelas, orang yang dipilihnya nanti adalah sosok yang mampu menjadikannya terpilih untuk periode kedua. 

Dalam beberapa kesempatan, Mursini menyatakan untuk fokus menyelesaikan kepemimpinannya terlebih dahulu. Namun Mursini juga pernah memberikan pernyataan bahwa dia akan memilih wakil yang berasal dari kecamatan Kuantan Tengah atau dari daerah bagian Hilir. Sesungguhnya posisi menjadi pendamping Mursini adalah posisi yang sangat menguntungkan. Jika terpilih lagi, ini adalah periode terakhir bagi Mursini. Tentu bagi pendampingnya nanti akan menjadi sebuah keuntungan karena pada periode berikutnya akan memiliki peluang besar untuk melanjutkan kepemimpinan Mursini.

Demikian 4 (empat) fakta yang tergambar dalam proses pilkada Kuansing 2020. Fakta-fakta tersebut tentunya akan sangat bisa berubah dalam waktu cepat atau lambat. Dua faktor yang akan sangat mempengaruhi perubahan dalam kontestasi pilkada Kuansing 2020. Pertama, faktor dinamika politik yang terjadi pada partai politik terkait keputusan surat rekomendasi kepada cabub dan cawabub. Kedua, faktor komunikasi politik antar calon, politisi dan partai politik serta kekuatan-kekuatan politik lainnya. Pada akhirnya, kita berharap pada perhelatan pilkada Kuansing 2020 nanti setiap calon akan beradu gagasan untuk memajukan Kuansing. Masih banyak persoalan yang dihadapi masyarakat Kuansing. Sehingga Kuansing butuh pemimpin yang dapat mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. ***

* Werry Ramadhana Putera adalah anak jati Kuansing, lulusan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Saat ini menjadi peneliti di LSI Denny JA

Kategori : Opini

Loading...
www www