Loading...
Home >  Artikel >  Opini

Imajinasi dan Mimpi

Minggu, 15 Desember 2019 22:01 WIB
Imajinasi dan Mimpi

Oleh: Ukhti Khairani

IMAJINASI dan mimpi. Dua kata yang tentunya mempunyai makna yang sama. Imajinasi adalah daya pikir yang membayangkan atau menciptakan suatu gambaran kejadian berdasarkan angan-angan atau pengalaman seseorang. Dengan maksud lain, imajinasi adalah khayalan seseorang yang diinginkan. Imajinasi akan membentuk segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita. Sedangkan mimpi adalah impian atau suatu khayalan yang ingin diciptakan. Artinya, imajinasi dan mimpi adalah khayalan yang sama sama diciptakan.

 

Seseorang dapat menggunakan imajinasi dengan daya imajinasi. Maksudnya adalah jika kita sedang membentuk imajinasi kita, maka itulah yang akan terjadi dalam hidup kita. Misalnya, jika kita membayangkan dalam pikiran kita bahwa kita punya kehidupan yang jauh lebih baik, pendidikan yang bagus, atau hal lainnya. Maka itulah yang akan terjadi dalam hidup kita. Namun jika kita membayangkan hal-hal yang negatif, maka itu pula yang akan terjadi dalam hidup kita. Begitu pula dengan mimpi.

Mimpi atau impian adalah suatu hal yang diciptakan dengan alat indera dan kemudian berimajinasi dengan otak. Lebih tepatnya mimpi bisa dikatakan sebagai cita-cita yang harus diwujudkan. Mimpi dan imajinasi mempunyai hubungan yang saling berkaitan. Mimpi lebih mengarah pada apa, mengapa, kapan dan bagaimana cara menuju kesana dengan mengimajinasikan dalam rangakaian peristiwa sehari-hari. Misalnya, ketika impian kita adalah kuliah dan menginginkan gelar sarjana dan cumlaude, maka kita harus rajin belajar.

Perlu kita ketahui juga, bahwa imajinasi belum tentu terjadi dalam hidup kita. Karena bagaimanapun harus ada pengaplikasiannya secara khusus, dan apa yang kita bayangkan atau yang kita angan-angan kan tidak akan terjadi secara mendadak dalam hidup kita saat itu. Karena sebenarnya kita hidup dalam waktu tunda. Misalnya, kita berkhayal bahwa kita berdoa kepada Tuhan di waktu sholat diberikan uang 10 juta, maka tidak mungkin Tuhan langsung menurunkan uang tersebut dalam waktu sedetik di hadapan kita.

Sebenarnya jika kita berani berimajinasi dan bermimpi akan merubah kehidupan kita. Bayangkan apa yang kita inginkan secara continue dan rasakan seolah-olah itu terjadi. Jika kita bisa memelihara imajinasi tersebut secara continue dalam pikiran kita, maka semua gambaran tersebut akan terjadi dengan cara yang mungkin tidak kita mengerti.

Artinya adalah segala imajinasi dan mimpi kita akan terjadi melalui proses yang kita lalui. Mimpi adalah hal yang tampak jelas dan dekat untuk diwujudkan, dan segalanya hanya tentang waktu. Sedangkan imajinasi adalah khayalan yang angan-angan tergambar jelas namun kapan dan bagaimana terwujudkan belum jelas.

Demikianlah apa yang selalu kita bayangkan dengan penuh keyakinan akan mencari jalan sendiri untuk menjelma menjadi kenyataan. Namun sangat disayangkan kebanyakan manusia lebih banyak membayangkan berbagai keburukan dan kesulitan didalam hidupnya.

Pikiran mereka disibukan dengan berbagai problem dan masalah yang dihadapinya, serta tidak pernah berhenti mengeluh. Tanpa mereka sadari apa yang selalu membayang dan menghantui pikiran mereka itu akan menjelma didalam kehidupan mereka dengan cara yang tidak mereka pahami. Tidak peduli apakah yang kita bayangkan itu baik atau buruk bagi kita.


Ukhti Khairani, mahasiswa Psikologi Islam semester 3 UIN Imam Bonjol Padang

Editor : arie rh
Kategori : Opini

Loading...
www www