Jaman Now Lebih Cocok Pendidikan Vokasi, ini Alasannya

Jaman Now Lebih Cocok Pendidikan Vokasi, ini Alasannya
nusakini.com
Minggu, 04 Maret 2018 12:20 WIB
Penulis: Nugroho AMd

MEDAN- Perubahan zaman terus menggerus kehidupan kita. Kebutuhan pasar terus berevolusi. Prilaku konsumen juga terus bergeser. Satu pertanyaan penting bagi kita adalah : apakah sistem pendidikan yang berjalan selama ini mampu menjawab tantangan perubahan zaman now?

Menyiasati perubahan global yang terjadi di era digital ini, para ilmuwan meramalkan akan terjadi pengangguran masal dalam kurun waktu beberapa dekade ke depan dan telah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Pengangguran masal ini akan terus berlanjut yang diakibatkan oleh dampak artificial intelligent yang berkembang pesat. Singkat cerita, tenaga manusia akan digantikan oleh robot dan mesin.

Mari kita lihat apa yang terjadi dalam bisnis perbankan. Mesin ATM telah menggantikan fungsi teller. Nasabah dapat melakukan transaksi setoran uang dan penarikan uang tanpa harus berhadapan dengan petugas teller. Jumlah nasabah bertambah, namun pihak bank cukup menambah jumlah mesin atm tanpa harus menambah jumlah tenaga teller.

Kondisi ini bukan hanya terjadi pada industri perbankan. Hal yang sama juga terjadi pada industri lainnya seperti supermarket, hypermart, pabrik, dunia kedokteran, pendidikan dan lain sebagainya.

Perubahan ini menjadi ancaman bagi kaum pencari kerja. Khususnya pekerja yang tidak memiliki skill dan kaum pekerja tidak terlatih.

Menjawab semua tantangan ini, terdapat pintu peluang bagi kita semua. Yaitu wajib memiliki ketrampilan khusus. Karena banyak jenis pekerjaan yang akan dambil alih oleh robot dan mesin, maka pekerja yang terlatih yang diperlukan untuk mengelola sistem dalam sebuah perusahaan. 

Pendidikan Vokasi adalah jawaban atas tantangan berat ini. Karena Undang Undang mengamanatkan tujuan pendidikan vokasi adalah melahirkan tenaga ahli yang profesional dan siap menjadi praktisi yang siap praktek dan siap kerja. 

Bagaimana sistem pendidikan Vokasi dapat melahirkan tenaga ahli, profesional dan mampu menjadi praktisi?

1. Mereka belajar dengan praktek langsung.

Pendidikan Vokasi memberikan praktek hingga 70% dalam proses pembelajaran. Sehingga peserta didik diberi peluang belajar dengan praktek langsung (learning by experiencing). Bukan belajar dengan duduk mendengarkan ceramah (learning by listening).

2. Peserta didik mendapatkan pelatihan.

Pendidikan Vokasi mengalokasikan banyak waktu bagi siswanya untuk berlatih. Latihan yang dilakukan terus menerus menjadikan ketrampilan nya semakin meningkat. Bagaikan pisau yang terus diasah sehingga tetap tajam.

3. Fokus pada materi yang dibutuhkan dunia kerja.

Pendidikan vokasi tidak lagi membahas berbagai mata pelajaran atau mata kuliah. Siswa hanya fokus pada pelajaran yang benar benar dibutuhkan dilapangan. Lalu pelajaran tersebut terus diperdalam.

4. Tranformasi ilmu menjadi keterampilan.

Pendidikan Vokasi mentranformasikan ilmu menjadi keterampilan. Siswa tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan. Tetapi melalui proses pembelajaran yang menekankan praktek, pelatihan dan fokus hanya di beberapa pelajaran utama, menjadikan ilmu yang didapatkan bertranformasi menjadi keterampilan.

Sekolah atau kampus yang menjalankan pendidikan vokasi dengan benar, akan melahirkan lulusan yang memiliki ketrampilan tinggi, menjadi seorang profesional dan praktisi yang siap memasuki dunia kerja.

Penulis adalah pakar vokasi bidang manajemen lulusan vokasi bergelar Ahli Madya yang telah mendedikasikan dirinya membangun pendidikan Vokasi di bidang manajemen di tanah air dan mengabdikan dirinya di Pendidikan vokasi di kota Medan Sumatera Utara selama 15 tahun.(Ditulis oleh:Oleh Nugroho AMd)

 

loading...
Editor:Sisie
Kategori:Opini
wwwwww