Konsultasi Manajemen dan Bisnis

Usaha Cepat Laku dan Cara Agar Tidak Nombok Modal, Begini Solusinya

Usaha Cepat Laku dan Cara Agar Tidak Nombok Modal, Begini Solusinya
cdn.bisnisukm.com
Minggu, 24 September 2017 10:10 WIB

Pertanyaan

Salam kenal pak Sian Yet. Saya Anjani umur 30 tahun. Sudah 6 bulan saya  menjalankan usaha makanan ringan, namanya  kacang intip. Cara yang saya lakukan selama ini adalah sistim titip jual. Saya menitipkan produk saya di toko oleh-oleh. Mereka baru bayar setelah laku.

Cara saya ini menjadi memberatkan karena modal saya sering tertanam. Kadang ada produk yang tidak laku. Cara ini membuat saya kesulitan   saat melakukan belanja ulang. Jadinya saya terus terusan nombok.  Saya baru merasakan panen saat jelang hari raya karena kue saya sering digunakan sebagai cemilan hari raya. Tapi menunggu panen ini  setahun dua kali ini sungguh melelahkan.

Kalau masalah rasa, rata-rata pelanggan saya bilang makanan saya enak. Yang ingin saya tanyakan adalah apa yang harus saya lakukan agar produk saya cepat laku, dimana ada toko yang bisa membelinya secara kontan. Promosi seperti apa yang mempercepat respon pasar. Saat ini saya merasa putus asa dengan usaha yang saya jalani. Saya berharap bapak bisa memberikan solusi yang cukup bijak untuk saya. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Salam

Anjani- Kisaran

 *

Jawaban :

Terima kasih pertanyaannya Bu Anjani, menjadi wirausaha membutuhkan keuletan dan daya juang yang tinggi karena banyak wirausaha mengalami kesulitan pada saat awal menjalankan usahanya dan selanjutnya menjadi lebih lancar karena sudah memiliki langganan dan mendapatkan keuntungan yang meningkat.

Pada awal menjalankan bisnis dan terutama produk yang dihasilkan masih belum dikenal oleh banyak orang, sudah pasti mengalami penolakan - penolakan oleh toko yang membantu ibu dalam menjual produk.

Kerugian pada awal menjalankan bisnis adalah sebuah resiko yang bisa saja dialami oleh setiap wirausaha, yang perlu diperhatikan Bu Anjani adalah apakah setiap bulan penjualan produk Ibu mengalami peningkatan atau tidak ? jika produk Ibu mengalami peningkatan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa produk Ibu sudah mulai diterima oleh toko dan pelanggan. Yang menjadi masalah adalah setiap bulannya mengalami penurunan penjualan, berarti produk, harga, kualitas dan penjualan ada masalah.

Untuk membuat toko-toko mau menjual produk Ibu, yang pertama adalah pastikan bahwa kemasan, rasa dan harga produk yang Ibu tawarkan lebih baik dibandingkan dengan produk sejenis ada, misalnya : rasa lebih enak, kemasan menarik dan harga terjangkau. Jika produk yang Ibu buat memiliki rasa dan kualitas yang unggul maka akan dicari oleh pelanggan dan umumnya toko akan menjual produk yang mudah dijual. Toko-toko biasanya akan membeli dan membayar sebuah produk jika mudah dijual karena toko-toko juga tidak mau mengambil resiko mengalami kerugian akibat barang yang rusak dan sulit untuk dijual. Yang kedua adalah mulailah mencari jaringan penjualan yang lain selain toko penjual oleh-oleh misalnya dengan cara menjual di kantin-kantin atau sekolah dan buatkan kemasan yang lebih kecil supaya mudah dijual dan harga lebih terjangkau. Jangan hanya terpaku pada toko-toko penjual oleh – oleh saja, selalu  mencari lebih banyak tempat-tempat yang mampu menjual produk yang Ibu tawarkan, misalnya dari keluarga dekat atau teman-teman dekat yang bersedia membantu Ibu untuk menjual. Warung nasi dan kedai-kedai kopi juga bisa menjadi tempat untuk menjual produk yang Ibu buat.

Selain menggunakan cara-cara tersebut di atas, Ibu juga dapat menggunakan bantuan dari  media internet  jika memungkinkan, seperti : informasi produk Ibu melalu line, WA, BBM, facebook, youtube atau instagram. Menjual dengan bantuan internet mampu menjangkau konsumen lebih banyak dan lebih jauh.

Demikianlah beberapa saran yang dapat Ibu jalankan sesuai dengan kebutuhan dan tentunya dipilih yang lebih mudah dan efektif dalam menjalankannya, semoga bermanfaat.

Editor:sisie
Kategori:Opini
wwwwww