Al – Iman

Al – Iman
Ustaz Abdurrahman Yusuf
Kamis, 02 Maret 2017 14:07 WIB

Oleh: Ustaz Abdurrahman Yusuf

Syahadah seorang muslim merupakan realisasi imannya kepada Allah SWT, kelezatannya dapat dicapai dengan adanya cinta dan ridha kepada Allah, Rasul dan Islam. Syahadatain adalah realitas iman kepada Allah SWT dan Rasul, dan konsekuensi iman kepada Allah dan Rasul adalah juga iman kepada malaikat, kitab, qiamat dan qadar baik/buruk.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka, mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh, (itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah didalam Taurat, Injil dan Al-Quran dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar”. (QS: At-Taubah, 111)

“Wahai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad dijalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui”. (QS: Ash-Shaaf, 10-11)

“Rasul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman, semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya, (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "kami dengar dan kami taat" (mereka berdoa): "Ampunilah Kami Yaa Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". (QS: Al-Baqarah, 285)

Secara bahasa iman adalah membenarkan, adapun secara ishtilah syar’i iman ialah membenarkan dengan keyakinan yang pasti akan ada-Nya Allah SWT Sang Maha Pencipta dan bahwa Dia itu Maha Suci lagi tiada sekutu bagi-Nya.

Meyakini adanya ciptaan Allah SWT, yaitu para Malaikat yang mereka adalah hamba-hamba Allah yang mulia. Mereka tidak pernah mengingkari perintah-perintah Allah dan senantiasa melaksanakan apa yang dititahkan kepada mereka,. Allah SWT menciptakan para malaikta dari cahaya, mereka tidak makan dan minum, tidak disifati sebagai pria atau wanita dan tidak berkembang biak, serta tidak ada yang mengetahui jumlahnya selain Allah SWT.

“... penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS: At-Tahrim, 6)

Meyakini adanya kitab-kitab samawiyang diturunkan dari sisi Allah dan merupakan syari’at Allah SWT sebelum ada campur tangan manusia dengan melakukan banyak perubahan dan penggantian.

“Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat”. (QS: Al-Baqarah, 4)

Meyakini kepada seluruh Rasul yang dipilih oleh Allah SWT agar dapat memberikan petunjuk kepada manusia sehingga mereka diberikan wahyu (alkitab) dan yakin bahwa para Rasul adalah manusia yang terjaga (maksum).

“Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sungguh Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa" barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". (QS: Al-Kahfi, 110)

Meyakini adanya hari akhir, dimana Allah SWT akan membangkitkan seluruh manusia dan menghisapnya serta membalas setiap amalan mereka. Jika baik maka kebaikan itu untuknya dan jika buruk keburukan itu untuknya.

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri ...”. (QS: Al-Isra’, 7)

Meyakini bahwa semua kejadian diseluruh alam ini adalah dengan taqdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dan kehendak-Nya, serta hikmahnya hanya Allah saja yang mengetahuinya.

“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Quran) kepada hamba-Nya, agar menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak dan tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan(Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya”. (QS: Al-Furqan, 1-2)

“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya,barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sejauh-jauhnya”.(QS: AN-Nisa’, 136)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya, mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian disisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia”.(QS: Al-Anfal, 2-4)

Wallahua’lam bish-shawaab.

Ustaz Abdurrahman Yusuf adalah Pimpinan Pesantren Tahfidzul Quran Syaikh Rasyid Al Mukhlishin, Kutablang, Lhokseumawe.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Opini
wwwwww