Opini

Merayakan Perbedaan

Jum'at, 18 November 2016 10:16 WIB
Penulis: Moazzam Malik
Merayakan Perbedaan

*Moazzam Malik

Tujuh puluh satu tahun yang lalu, konstitusi United Nations Educational Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) disahkan. Pada saat itu, dunia sepakat bahwa anak-anak kita tidak akan lagi hidup di dunia yang tidak menghargai perbedaan.

Perbedaan adalah sebuah kesempatan dan untuk memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan tersebut, toleransi adalah sebuah keharusan. Toleransi sebagai sebuah prinsip mengharuskan penghormatan, penerimaan, dan penghargaan terhadap keberagaman yang kita miliki sebagai manusia. Prinsip-prinsip dasar itulah yang menjadi bahan untuk menjadikan perdamaian memungkinkan. Tanpa toleransi, jalur kita di masa depan hanya akan mengarah menuju konflik sosial.

Inggris adalah sebuah negara yang tumbuh dan berkembang atas dasar keberagaman warganya. Saya dan rekan-rekan senegara saya merupakan produk dari keberagaman tersebut. Di Inggris, kami sedang berupaya keras untuk membangun sebuah masyarakat, di mana penghargaan terhadap seseorang tidak ditentukan atas suku, ras, agama, atau jenis kelamin mereka. Penghargaan terhadap seseorang semestinya ditentukan oleh kemampuan yang dimiliki oleh setiap individu.

Adalah suatu hal yang wajar apabila kita tidak menyetujui ide, pendapat, atau kepercayaan orang lain yang berbeda dari kita. Namun, kita harus tetap menjaga sikap toleransi dan menghormati perbedaan pendapat tersebut. Kami berpendapat bahwa toleransi merupakan salah satu nilai dasar kema syarakatan Inggris. Karena hanya dengan bersikap toleran terhadap perbedaan, kita dapat menjadi masyarakat yang selalu dinamis, inklusif, dan fleksibel dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu.

Keputusan yang diambil Inggris untuk keluar dari Uni Eropa, mungkin menimbulkan keraguan di beberapa lapisan masyarakat mengenai komitmen kami terhadap toleransi. Namun, dapat kami yakinkan bahwa Inggris tetap merupakan sebuah negara dengan masyarakat yang terbuka. Masyarakat yang selalu siap dan bersedia untuk mendengarkan ide-ide baru dan inovatif. Ide dan inovasi yang sangat mungkin muncul dari seluruh penjuru dunia.

Brexit bukanlah cara kami untuk menutup diri dari dunia. Brexit adalah langkah yang kami lakukan untuk membuka perspektif internasional secara lebih luas lagi. Sebagaimana yang dinyatakan Perdana Menteri Inggris Theresa May, Brexit bertujuan untuk menunjukkan bahwa kepergian kami dari Uni Eropa bukanlah—sebagaimana yang banyak disalahartikan oleh sebagian orang— sebuah langkah mundur Inggris dari dunia.

Melainkan Brexit adalah sebuah contoh bagaimana sebuah negara yang bebas, fleksibel, dan ambisius dapat mengambil peran baru di tingkat dunia, berdampingan bersama blok-blok perdagangan tradisional, negaranegara yang gesit seperti Inggris dapat berdagang secara bebas dengan negara lain, sesuai dengan kepentingan terbaik negara tersebut dan rakyat mereka.

Kami akan terus melanjutkan, membangun dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat global. Kita akan membangun bersama. Dan, kita akan sejahtera bersama. Global Britain akan tetap terbuka untuk sukses bersama dunia, termasuk Indonesia.

Indonesia adalah sebuah bangsa yang terlahir dari rahim multikulturalisme. Sebuah bangsa yang memiliki keragaman suku, bahasa, dan agama, tetapi disatukan oleh semangat persatuan menuju kesejahteraan. Selama menjalankan tugas di Indonesia, saya telah bertemu dengan masyarakat Indonesia dari berbagai macam latar belakang pendidikan dan sosial. Masyarakat yang memiliki beragam ide yang lahir dari perspektif yang berbeda-beda dan kepercayaan yang beraneka ragam. Perbedaan ini adalah salah satu dasar dari semangat menjadi Indonesia yang bersatu.

Editor:Munawir Tahir
Sumber:republika.co.id
Kategori:Opini
wwwwww